Asam Asiatik Mengurangi Peradangan Pulpa yang Diinduksi Lipopolisakarida melalui Aktivasi Nrf2 pada Tikus
Prayitno A., Cilmiaty R., Nurhapsari A., Ilyas M.F., Rahma A.A.
Admin
15 October 2025 08:00
WIB
Latar Belakang:
Peradangan pulpa gigi, yang sering kali dimulai oleh mikroorganisme Gram-negatif dan lipopolisakarida (LPS), dapat menyebabkan pulpitis dan selanjutnya nekrosis pulpa gigi, sehingga mengganggu struktur gigi dan meningkatkan kerentanan terhadap fraktur. Asam asiatik, yang berasal dari Centella asiatica, telah menunjukkan berbagai sifat farmakologis, termasuk efek antiinflamasi dan antioksidan, sehingga menjadi kandidat potensial untuk mengurangi peradangan pulpa yang diinduksi oleh LPS. Penelitian in vivo ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh asam asiatik terhadap jalur nuclear factor erythroid 2-related factor 2 (Nrf2) pada Rattus norvegicus dengan peradangan pulpa yang diinduksi oleh LPS.
Metode:
Penelitian eksperimental in vivo kuasi-laboratorium ini menggunakan desain post-test only control group untuk menyelidiki efek asam asiatik terhadap peradangan pulpa yang diinduksi oleh LPS pada tikus Wistar. Tiga puluh ekor tikus dibagi secara acak menjadi enam kelompok dengan berbagai perlakuan. LPS diberikan pada semua kelompok selama 6 jam, kecuali kelompok kontrol standar (CG, n = 5). Kelompok kontrol negatif (NCG, n = 5) hanya menerima semen ionomer kaca. Kelompok kontrol positif (PCG, n = 5) menerima eugenol dengan semen ionomer kaca. Kelompok intervensi 1, 2, dan 3 (IG1, IG2, IG3; n = 5 masing-masing) menerima asam asiatik dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 2%, masing-masing dengan semen ionomer kaca. Peradangan pulpa dikonfirmasi melalui analisis imunologis (kadar tumor necrosis factor alpha / TNF-α), histopatologis (parameter inflamasi), dan fisiologis (penilaian nyeri menggunakan rat grimace scale). Selain itu, kadar Nrf2 diperiksa menggunakan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).
Hasil:
Pemberian asam asiatik secara signifikan memengaruhi kadar Nrf2 pada tikus dengan peradangan pulpa yang diinduksi oleh LPS. Kadar Nrf2 secara signifikan lebih tinggi pada kelompok yang diberi asam asiatik 0,5% (IG1) (8,810 ± 1,092 ng/mL; p = 0,047), 1,0% (IG2) (9,132 ± 1,285 ng/mL; p = 0,020), dan 2,0% (IG3) (11,972 ± 1,888 ng/mL; p = 0,000) dibandingkan dengan NCG (7,146 ± 0,706). Secara khusus, kadar Nrf2 juga secara signifikan lebih tinggi pada kelompok 2,0% asam asiatik (IG3) dibandingkan dengan PCG yang diberi eugenol (8,846 ± 0,888 ng/mL; p = 0,001), serta dibandingkan dengan IG1 (p = 0,001) dan IG2 (p = 0,002). Namun, tidak ada perbedaan signifikan antara pemberian asam asiatik 0,5% (IG1), 1,0% (IG2), dan eugenol (PCG).
Kesimpulan:
Penelitian ini menunjukkan bahwa asam asiatik secara signifikan memengaruhi kadar Nrf2 pada tikus dengan peradangan pulpa yang diinduksi oleh LPS. Hal ini menunjukkan bahwa asam asiatik berpotensi digunakan sebagai agen terapeutik untuk mengurangi peradangan pulpa gigi. Temuan ini mendukung perlunya penelitian lebih lanjut mengenai asam asiatik sebagai intervensi yang menjanjikan untuk menjaga kesehatan pulpa gigi.
Keywords
Citation
Prayitno A., Cilmiaty R., Nurhapsari A., Ilyas M.F., Rahma A.A. (2024). Asiatic Acid Reduces Lipopolysaccharides-induced Pulp Inflammation Through Activation Of Nuclear Factor Erythroid 2-related Factor 2 In Rats, Peerj, 12(9), , https://doi.org/10.7717/peerj.18004